Home » Penyakit » Radiasi dan Zat Kimia, Sang Penyebab Kanker Darah

Radiasi dan Zat Kimia, Sang Penyebab Kanker Darah

Radiasi dan Zat Kimia, Sang Penyebab Kanker Darah

Kanker darah merupakan penyakit kanker dimana salah satu neoplasma memiliki sifat ganas yang berasal dari sel darah putih.

Penyebab kanker darah ini belum dapat dipastikan hingga kini. Karena itu tidak sedikit penderita yang awalnya terlihat sehat, tiba-tiba terkena kanker darah.

Awal gejala kanker kanker darah ini ditandai dengan peningkatan jumlah sel darah putih yang abnormal dalam aliran darah manusia. Sel-sel darah putih yang abnormal ini menyerap dengan cepat ke dalam jaringan tubuh yang paling utama.

Jaringan tubuh mana yang paling utama tersebut? Tulang sumsum… Dan ini yang “diserang” oleh sel-sel darah putih abnormal tersebut. Sederhana saja prosesnya.

Tulang sumsum merupakan jaringan tubuh utama yang mengatur kromosom dalam tubuh. Jadi sel-sel abnormal ini mengakibatkan sumsum tulang belakang menjadi rusak dan terganggu fungsinya. Berbahaya bukan?

Kanker darah dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kanker darah akut dan kanker darah kronis. Pada penderita kanker darah akut, sel kanker berkembang cepat dan penyebarannya mengalir dalam darah sehingga dapat timbul kanker pada organ lain dengan cepat.

Sedangkan kanker darah kronis berkembang secara perlahan-lahan dan dalam jangka yang panjang. Biasanya gejala awal kanker darah tidak dirasakan oleh penderita, sehingga baru disadari setelah bertahun-tahun sel kanker ini berkembang.


Seperti yang saya katakan di atas, penyebab kanker darah masih belum diketahui secara pasti. Namun melalui beberapa penelitian, didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor resiko yang menjadi pemicu terjadinya kanker darah. Jadi Anda tetap masih bisa “melihat” seperti apa penyebab kanker darah ini.

Apa penyebab kanker darah? Radiasi… inilah penyebab kanker darah. Radiasi adalah penyebab utama terjadinya kanker darah. Seseorang yang terkena efek radiasi sangat rentan terkena penyakit ganas ini. Salah satu bukti nyata bahwa radiasi adalah penyebab kanker darah utama adalah terjadinya pemboman di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Dua kota ini di bom nuklir oleh sekutu pada tahun 1945 saat perang dunia kedua.

Cerita-cerita setelah pemboman itu mungkin sedikit banyak pernah Anda dengar. Efek eksplosif akibat ledakan jelas mematikan, karena menimbulkan ledakan yang maha dahsyat. Tetapi efek kimia yang dihasilkan ternyata jauh lebih mengerikan lagi. Selama berhari-hari Nagasaki dan Hiroshima mengalami malam yang panjang. Matahari tidak dapat kelihatan karena abu yang sangat tebal menggantung di langit. Bahkan hujan yang turun pun begitu pekat.

Saat itu, banyak korban meninggal akibat ledakan bom nuklir tersebut. Tetapi yang tidak diketahui oleh orang banyak adalah efek dari ledakan tersebut. Dan ternyata, lebih banyak lagi orang yang meninggal yang terkena penyakit kanker karena efek dari radiasi nuklir itu.

Terdapat banyak penderita kanker darah ini juga ditemukan meninggal pasca ledakan bom atom di Nagasaki dan Hirosima kala itu. Untuk ledakan yang demikian hebatnya, penderita akan mengalami kanker darah yang akut. Pertanyaan selanjutnya adalah, radiasi seperti apa yang bisa menjadi penyebab kanker darah dewasa ini? Jelas… efek bom atom di Hiroshima dan Nagasaki sudah tidak ada lagi.

Tetapi bagi peneliti yang melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan radiasi kimia, mereka memiliki prosentase tinggi terkena kanker darah. Termasuk di dalamnya adalah pabrik-pabrik yang memanfaatkan tenaga nuklir, salah satu contohnya adalah para pekerja yang bekerja di perusahaan penghasil listrik yang memanfaatkan tenaga listrik.

Makanya tidak heran jika penelitian yang “punya” tingkat radiasi yang tinggi maupun pabrik nuklir selalu menerapkan standar operasional tinggi terkait keselamatan para pekerjanya. Situasi ini mirip seperti seorang pemadam kebakaran yang sedang masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar. Kira-kira seperti itulah…

Di dalamnya penuh bahaya sehingga diperlukan alat-alat perlindungan diri. Tempat-tempat seperti inilah harus memiliki higienitas yang tinggi dan prosedur keamanan yang ketat. Seperti pengamanan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang saat terjadi tsunami besar terhadap pabrik-pabrik nuklir mereka.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, lokasi diamankan dan tidak boleh ada yang memasukinya. Orang yang terkena radiasi kuat akan langsung terkena efeknya. Tetapi ketika radiasi tipis dan tidak terlalu dirasakan, efek yang dapat ditimbulkan adalah berkembangnya sel kanker dalam darah.

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa para pekerja radiologi akan rentan terkena kanker darah. Dalam kasus ini, pekerja radiologi biasanya masuk pada kategori kanker darah yang kronis. Ia akan “menyerang” secara perlahan-lahan tetapi terus menerus.

Penyebab penyakit kanker darah yang lain adalah adanya identifikasi dari zat kimia yang berasal dari bahan racun yang berasal dari lingkungan yang tidak sehat. Salah satu zat kimi yang berbahaya yang bisa menyebabkan kanker darah adalah adalah benzene yang terdapat di dalam pupuk kimia, insektisida kimia dan sebagainya. Dan berita buruknya, senyawa kimia ini dapat ikut meresap ke dalam makanan.

Jadi cara mengatasi kanker darah akibat dari zat-zat berbahaya tersebut adalah cucilah dengan bersih makanan olahan Anda. Atau jika Anda memiliki penghasilan yang lebih, Anda bisa memilih bahan-bahan organik yang aman dari resiko terkena kanker darah. Sudah pasti harganya jauh lebih mahal.

Penderita down syndrom adalah salah satu orang yang juga rentan terkena kanker darah. Memang belum diketahui secara pasti, namun banyak yang menyebutkan bahwa penderita down syndrome ini memiliki resiko 20 kali lebih besar terkena kanker darah dari pada orang normal.

Kemudian penyebab kanker darah yang lainnya adalah virus (retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1), faktor keturunan (anggota keluarga ada yang pernah menderita kanker) serta seseorang memiliki kelainan darah (myelodysplastic syndrome).

Well, perkembangan dunia membuat manusia semakin dimudahkan dalam hal teknologi dan ilmu pengetahuan. Tetapi seiring dengan perkembangan IPTEK ini, muncul juga hal-hal yang berbahaya bagi kesehatan. Diantaranya adalah radiasi dan zat-zat kimia yang bias menyebabkan kanker darah. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam memanfaatkan teknologi yang ada.

(sumber gambar artikel penyebab kanker darah : www.rudyard.org)

Tentang Om Nip-Nip

Yang Ini Jangan Sampai Lewat

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Hanya satu dari seratus penderita kanker rahim yang dapat bertahan hidup. Mengapa? Karena seperti pada …

Radiasi dan Zat Kimia, Sang Penyebab Kanker Darah


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Radiasi dan Zat Kimia, Sang Penyebab Kanker Darah