Home » Penyakit » Gejala Kanker Tulang : Mirip Gejala Rematik, Tapi Lebih Berbahaya

Gejala Kanker Tulang : Mirip Gejala Rematik, Tapi Lebih Berbahaya

Gejala Kanker Tulang : Mirip Gejala Rematik, Tapi Lebih Berbahaya !!

Judul diatas cukup mengejutkan Anda? Ya memang seperti itulah adanya… saya tidak mengada-ada. Gejala kanker tulang memang mirip dengan gejala rematik.

Repotnya, seperti penyakit kanker pada umumnya, kanker tulang juga termasuk penyakit yang ganas.

Mengapa? Karena selain penyebab kanker tulang ini masih belum diketahui dengan pasti, kanker tulang ini punya angka kematian yang cukup tinggi. Ngeri juga ya…

Dan kasus kanker tulang ini cukup spesial karena tulang merupakan kerangka untuk menegakkan tubuh. Tulang pula yang menopang tubuh kita sehingga kita bisa berjalan.

Cukup “membahayakan” kan jika Anda tidak bisa menggerakkan bagian tubuh Anda? Seperti mimpi buruk di “siang bolong” jika akhirnya Anda tidak bisa melakukan apa-apa alias lumpuh.

Nah, kanker tulang yang “ganas” dan bisa berujung kelumpuhan ini terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan kanker tulang sekunder.

Saya akan menjelaskannya dua macam gejala kanker tulang tersebut untuk Anda.


Gejala Kanker Tulang Primer

Kanker tulang merupakan induk dari sel kanker itu sendiri. Cikal bakal awal terbentuknya kanker berada di daerah tulang. Gejala kanker tulang primer awalnya mungkin tidak terlalu Anda rasakan. Rasa nyeri di area tulang seringkali dipersepsikan sebagai sakit rematik.

Pernah merasakan rematik? Ya, seperti itu lah, he..he..he..  Rasanya linu-linu di tulang. Apalagi setelah bekerja agak berat seperti mengangkat barang atau kerja keras lainnya. Kadang disertai bengkak. Bengkak dan nyeri ini umumnya berada di persendian. Kemudian rasa nyeri tersebut berpindah-pindah.

Okay, sudah cukup saya bahas rematiknya ya? Sekarang kembali lagi ke topik awal kita, gejala kanker tulang. Mengapa saya beri judul gejala kanker tulang mirip dengan gejala rematik? Karena gejala awal kanker tulang adalah nyeri-nyeri. Lalu terjadi benjolan yang kadang dikira sebagai pembengkakkan.

Berbeda dengan rematik, rasa nyeri gejala kanker tulang tetap pada satu tempat dan terus menerus tumbuh. Rasa nyeri yang dirasakan biasanya berlangsung pada malam hari. Terjadi perubahan massa otot tulang.

Karena itulah terjadi benjolan tadi. Rasa nyeri yang tak tertahankan pun kadang membuat penderita menjadi demam sampai menggigil. Penurunan berat badan tak pelak terjadi karena hilangnya nafsu makan dan berkurangnya massa tulang.

Gejala Kanker Tulang Sekunder

Kanker tulang sekunder ini disebabkan oleh sebaran dari kanker dari organ tubuh yang lainnya. Penyebaran kanker ini sering disebut sebagai metastatis. Tulang merupakan metastatis paling baik untuk jenis penyakit kanker manapun.

Mengapa? Karena diseluruh tubuh kita terdiri dari tulang. Jadi peluang untuk menjadi kanker tulang sekunder bisa mencapai 75%. Hmmm… berbahaya kan?

Pertanyaan selanjutnya adalah, kanker apa saja ya yang sering menempel di tulang. Ada banyak… Macam-macam kanker yang bisa berpeluang menjadi kanker tulang sekunder adalah kanker payudara, kanker tiroid, kanker prostad, kanker paru-paru dan kanker ginjal.

Macam-macam kanker itu lokasinya dekat dengan tulang dan banyak diderita oleh orang dewasa. Tapi ada juga yang menyerang anak-anak. Kanker tulang sekunder yang sering menyerang anak-anak adalah neuroblastoma. Kasihan yah… kanker memang tidak mengenal umur.

Biasanya untuk anak-anak lebih banyak disebabkan oleh faktor genetik. Karena untuk kanker primer butuh waktu yang cukup lama. Untuk beberapa jenis kanker, ada yang sampai berpuluh-puluh tahun baru dapat terbentuk sel kanker.

Bagian tulang yang sering menjadi metastasis dari keganasan tulang lain adalah tulang bagian belakang (koluma vertebralis), panggul (pelvis), iga (kosta), tulang dada (sternum), tulang paha (femur), tulang dada(humerus) dan tulang tengkorak (skull).

Gejala kanker tulang sekunder ini pada dasarnya sama dengan gejala kanker primer, yaitu rasa nyeri dan benjolan sekitar tulang. Tapi untuk gejala kanker sekunder, penderita sudah terlebih dahulu “terkena” penyakit kanker yang lain.

Jadi dengan adanya komplikasi, penyakit kanker tulang ini membuat penderita jauh lebih menderita dari sebelumnya. Eniwei, penderita kanker tulang primer dan sekunder memiliki gejala yang menonjol yaitu, rasa lelah yang berlebihan padahal aktivitas yang dilakukan oleh si penderita tidak banyak.

Sel kanker yang menggerogoti tubuh itu membuat tubuh tidak mampu bergerak dengan bebas. Tubuh menjadi tidak bisa meraih barang, mengangkat suatu benda atau berjalan. Kemudian ciri ciri kanker tulang yang lainnya adalah kepekaan penderita mulai berkurang. Bergerak saja sudah cukup menyusahkan, apalagi untuk melakukan gerak reflek sebagai salah satu reaksi dari kepekaan.

Nah, puncak dari stadium ini adalah kelumpuhan. Tulang yang sudah tak mampu lagi menopang tubuh itu akhirnya tidak bergerak. Akhir yang tragis dari sebuah penyakit. Hufftt… saya sendiri tidak berani membayangkan. Berita buruknya, pengobatan kanker tulang masih membutuhkan “keajaiban”. Seperti halnya penyakit kanker yang lain, pengobatan untuk penderita kanker tulang tergantung pada stadium yang di alami.

Jika sudah terkena stadium lanjut, maka amputasi bagian kanker serta kemoterapi tidak dapat dihindari. Karena itu jika Anda terkena gejala rematik, pastikan bahwa yang Anda alami bukanlah awal dari gejala kanker tulang. Segera konsultasikan ke dokter spesialis terdekat sebelum terlambat.

(sumber gambar artikel gejala kanker tulang belakang & gejala tumor tulang : artikel www.docstoc.com)

Tentang Ismiy Retno

Yang Ini Jangan Sampai Lewat

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Hanya satu dari seratus penderita kanker rahim yang dapat bertahan hidup. Mengapa? Karena seperti pada …

Gejala Kanker Tulang: Mirip Rematik, Tapi Lebih Bahaya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gejala Kanker Tulang: Mirip Rematik, Tapi Lebih Bahaya