Home » Penyakit » Mengenali Lebih Dekat Gejala Kanker Ovarium

Mengenali Lebih Dekat Gejala Kanker Ovarium

Mengenali Lebih Dekat Gejala Kanker OvariumSesuai dengan judul diatas, kali ini kita akan membahas mengenai gejala kanker ovarium dan penyebabnya.

Kanker ovarium hanya akan terjadi pada wanita. Tidak perlu Anda tanyakan lagi mengapa hanya terjadi pada wanita ya. Kecuali jika laki-laki ada yang memiliki ovarium, kanker ini baru bisa terjadi pada laki-laki, he..he..he..

Rata-rata penderita kanker ovarium berusia lebih dari dari 50 tahun. Tetapi bagi Anda yang berusia dibawah 50 tahun, jangan acuh tak acuh terhadap gejala kanker ovarium ini.

Anda harus tetap waspada. Setidaknya dengan Anda tetap waspada, kelak pada saat usia Anda menjelang tua, Anda bisa tercegah dari terkena terkena penyakit kanker ovarium.

Selain usia, faktor resiko yang lainnya adalah ada keluarga yang memiliki riwayat kesehatan menderita sakit kanker ovarium. Bisa juga menderita penyakit kanker payudara, kanker rahim, kanker serviks dan kanker-kanker lain yang semisalnya.

Pada dasarnya kanker Ovarium cukup jarang ditemui jika dibandingkan dengan penyakit kanker yang menyerang wanita.

Sebut saja kanker serviks, si “pembunuh yang paling ganas” pada wanita. Atau contoh lainnya adalah kanker payudara. Kedua kanker ini paling banyak ditakutkan oleh para wanita. Meski begitu, kanker ovarium tetap menjadi sillent killer bagi penderitanya. Mengapa?

Saya perlu menjelaskan sedikit tentang proses terjadinya kanker. Jadi begini, terjadinya kanker begitu lama. Prosesnya pun membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga berpuluh-puluh tahun.


Penyebab kanker Ovarium pun masih belum diketahui secara pasti. Tetapi menurut penelitian, salah satu sebab kian banyaknya wanita menderita kanker ovarium adalah pola hidup yang tidak sehat. Beberapa buku menyebutkan karsinogen menjadi “dalang utama” dari penyakit kanker pada umumnya, termasuk kanker ovarium.

Apa itu karsinogen? Karsinogen adalah zat atau benda lain yang dapat berinteraksi dengan DNA dan menyebabkan kerusakan DNA sel. Karsinogen merupakan penyebab yang dapat merangsang pertumbuhan kanker. Karsinogen yang berkaitan dengan kanker ovarium terdiri atas zat kimia organik maupun anorganik. Contohnya zat pengawet, pewarna makanan, asbes, asap rokok dan sebagainya.

Gejala kanker ovarium ini juga sering dirasakan sebagai penyakit lain oleh penderitanya. Bayangkan saja jika Anda merasa sakit perut, nyeri-nyeri di badan, mual-mual. Mungkin Anda hanya beranggapan sakit demam biasa. Dengan gejala kanker ovarium yang ambigu itulah banyak penderita yang terlambat memeriksakan diri sehingga angka kematian akibat kanker ovarium pun tinggi.

Gejala kanker ovarium yang paling nampak dan yang membedakan dari jenis kanker yang lainnya adalah membesarnya perut. Perut biasanya menjadi kembung. Oleh para dokter kadang disalah artikan sebagai penyakit kembung biasa.

Jika perut yang membesar karena kembung, mungkin cukup sekali diobati langsung sembuh. Tetapi tidak dengan kanker ovarium. Besar dan kembungnya perut tidak bisa diobati dengan obat biasa. Selain itu, sering buang air kecil dan merasa kandung kemihnya penuh setiap saat juga merupakan salah satu gejala kanker ovarium.

Terdapat gangguan pencernaan karena perut terasa penuh, menyebabkan nafsu makan turun dan terjadi perubahan berat badan… berat badan bisa naik dan bisa juga turun.

Pendarahan yang terjadi juga bisa menjadi indikasi awal ciri ciri kanker ovarium. Pendarahan ini dapat terjadi dalam dua kondisi. Pertama, kondisi saat sedang berhubungan seksual. Jadi saat Anda berhubungan seksual dan mengalami pendarahan yang tidak wajar, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Kedua, pendarahan di antara menstruasi. Jika para wanita sudah mengalami menstruasi dan terdapat pendarahan sebelum jadwal mentsruasi datang, ini patut dicurigai. Karena itu Andaharus perhatikan betul jadwal menstruasi Anda.

Diagnosis kanker ovarium dapat dilakukan melalui 3 cara. Yaitu dengan pertanda tumor, ultrasonografi dan colour doppler transvaginal. Berikut ini sedikit penjelasan singkatnya :

  • Pertanda Tumor
    Pertanda tumor dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :

    1. Laucoscytes Adherence Inhibition Test (LAI).
      LAI berfungsi untuk screening kanker ovarium tahap awal, yaitu stadium I.
    2. CA 72-4
      CA 72-4 dapat terdeteksi pada setiap tipe histologik. Kemampuan deteksinya lebih besar dibandingkan dengan kanker ovarium jenis musinosum.
    3. Dan yang terakhir adalah CA 125.
      Pada CA 125, tidak untuk screening stadium awal karena bisa terdeteksi positif pada 71% tumor jinak.
  • Ultrasonografi Transignal
    Ultrasonografi Transignal ini cukup efektif untuk membedakan tumor mana yang termasuk “jinak” dan tumor mana yang termasuk “ganas”.
  • Colour Doppler Transvaginal
    Colour doppler transvaginal digunakan untuk membedakan tumor jinak dan tumor ganas dalam ovarium.

Saat ini pengobatan kanker ovarium hanya bisa dengan operasi. Maka tindakan pencegahan sangat diperlukan. Gejala kanker ovarium ini nampak transparan dan tidak kesat mata pada orang yang tidak peka. So, Anda harus melakukan tiga hal ini…

“Buka mata” Anda untuk melihat kondisi Anda, “buka telinga” Anda untuk mencari terus informasi tentang gejala kanker ovarium dan pencegahannya serta “buka pikiran” Anda untuk terus menerapkan pola hidup sehat, okay? Tetap semangat !!

(sumber gambar artikel gejala kista ovarium : www.deovariancancer.org)

Tentang Ismiy Retno

Yang Ini Jangan Sampai Lewat

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Hanya satu dari seratus penderita kanker rahim yang dapat bertahan hidup. Mengapa? Karena seperti pada …

Mengenali Lebih Dekat Gejala Kanker Ovarium


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mengenali Lebih Dekat Gejala Kanker Ovarium