Home » Penyakit » Cara Mengobati Kanker Serviks : Medis vs Alami

Cara Mengobati Kanker Serviks : Medis vs Alami

Cara Mengobati Kanker Serviks : Medis vs Alami

Anda yang berjenis kelamin wanita pasti tahu apa itu kanker serviks. Kanker serviks merupakan kanker yang paling ditakuti kaum wanita.

Sebutan silent killer bukan hanya kiasan belaka, karena banyak wanita sering tidak menyadari jika dirinya terkena kanker serviks.

Karena di artikel yang terdahulu saya sudah membahas detail mengenai apa itu kanker serviks, sekarang saya akan membahas bagaimana cara mengobati kanker servik. Well, cara mengobati kanker serviks tergantung beberapa faktor.

Bisa dari stadium kankernya, dari usia pasiennya serta keinginan untuk memiliki anak. Memutuskan cara mengobati kanker serviks ini mungkin cukup membingungkan bagi sebagian orang.

Biar nggak bingung, saya jelaskan bagaimana cara mengobati kanker serviks. Ada 2 cara mengobati kanker serviks, dengan medis dan alami.

Cara Mengobati Kanker Serviks dengan Medis

Penderita kanker serviks yang memiliki stadium awal memiliki prosentasi pemulihan yang lebih besar dari pada penderita yang sudah menyebar sel kankernya. Perawatan jenis ini biasanya berfungsi untuk memperlambat sel kanker berkembang, memperpanjang usia kanker dan mengurangi gejala yang muncul.


Operasi pengangkatan kanker merupakan salah satu cara mengobati kanker serviks yang paling utama untuk dilakukan. Operasi ini terbagi menjadi 3 macam yang nanti akan saya jelaskan lebih lanjut. Selain operasi, Anda bisa melakukan radiologi dan kemoterapi untuk mengobati penyakit kanker tersebut.

  1. Operasi Radical Trachelectomy
    Penderita kanker serviks masih berada pada stadium awal sehingga operasi yang dilakukan masih dalam tahap pengangkatan sel kanker tanpa mengangkat rahim. Anda masih ada kesempatan untuk memiliki keturunan dengan metode ini. Operasi ini bertujuan mengangkat leher rahim dan jaringan sekitarnya dan bagian atas dari vagina. Pasca operasi rahim dan vagina memerlukan waktu sekitar 6 bulan untuk pemulihan. Karena Anda disarankan menunggu 6 bulan sampai setahun untuk hamil.
  2. Histerektomi
    Operasi pengangkatan rahim wanita ini dilakukan agar kanker tidak kembali lagi. Bisa digunakan pada penderita stadium awal maupun stadium lanjut. Biasanya dilakukan juga radiologi setelah melakukan hiseterektomi. Histerektomi memiliki efek samping jangka pendek, yaitu pendarahan, infeksi dan resiko cidera pada ureter. Sedangkan utuk jangka panjang, penderita akan kesulitan untuk menahan kencing, kesakitan saat berhubungan seksual, dan pencernaan dalam usus akan terluka.
  3. Pelvic Exenteration
    Cara mengobati penyakit kanker serviks ini merupakan operasi jenis operasi besar. Jika Anda yang telah melakukan operasi dan ternyata sel kanker itu menyerang Anda kembali pada bagian panggul, maka dilakukan operasi ini. Setelah melakukan operasi umumnya juga dilakukan radioterapi untuk menghilangkan sisa-sisa sel kanker yang tidak terdeteksi saat operasi. Proses ini biasanya dilakukan selama satu sampai dua bulan.
  4. Radioterapi
    Radioterapi adalah penggunaan radiasi pengion yang diberikan pada penderita kanker dengan mematikan sel kanker sesuai dengan dosis volume kanker. Radioterapi ini dapat dilakukan pada seluruh pinggl, karsinoma serviks uteri pasca wertheim dan radioterapi brachiterapi. Radioterapi memang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker tapi beberapa kasus juga dapat membunuh sel-sel sehat dalam tubuh. Karena itu efek samping dari radioterapi dapat berlangsung selama beberapa bulan atau bahkan bisa juga permanen. Efek sampingnya adalah sakit saat buang air, pendarahan dari vagina, diare, kelelahan, mual, kerusakan kandung kemih, mempersempit vagina sehingga sakit saat berhubungan, merusak ovarium sehingga mengakibatkan menopouse dini.
  5. Kemoterapi
    Selain operasi, cara mengatasi kanker serviks lainnya adalah dengan melakukan kemoterapi yang digabungkan dengan radiologi. Kemoterapi juga merupakan salah satu cara mengobati kanker serviks. Kemoterapi ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Kemoterapi dapat berefek samping pada seluruh tubuh. Sama halnya dengan radioterapi, tidak hanya sel yang terkena kanker tapi sel yang sehat dapat juga diserang oleh kemoterapi. Efek samping yang dapat muncul dengan metode kemoterapi ini antara lain mengalami sariawan, kehilangan selera makan, kelelahan, mual dan rambut rontok. Efek samping ini biasanya berakhir setelah tiga sampai enam bulan kemoterapi selesai dilakukan.

Cara Mengobati Kanker Serviks dengan Alami

Pengobatan kanker serviks dengan medis memang memiliki efek samping yang sangat ditakuti oleh penderita kanker serviks. Banyak yang tidak tahan dengan efek samping yang dirasakan. Beberapa diantaranya memilih bertahan, tapi tak sedikit mulai melirik cara alami mengobati kanker serviks dengan menggunakan obat tradisional kanker serviks.

  1. Sarang Semut
    Anda tidak harus sampai ke luar negeri untuk melakukan operasi atau kemoterapi karena ada beberapa pengobatan alternatif yang dapat Anda lakukan. Salah satu obat kanker serviks diantaranya adalah tanaman herbal asal papua yaitu sarang semut. Sarang semut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan dalam sarang semut ini dapat meningkatkan aktivitas flanovoid yang dapat memberantas sel-sel kanker. Sehingga antioksidan yang terkandung bukan hanya mencegah tapi juga dapat menyembuhkan. Terbukti dari pengalaman para penggunanya, dengan mengkonsumsi secara rutin selama 1 sampai dua bulan diikuti dengan pola hidup sehat dapat memberi pengaruh yang signifikan. Proses pembunuhan sel kanker akan berjalan lebih cepat.
  2. Daun Sirsak
    Daun sirsak juga salah satu pengobatan alternatif yang dapat dilakukan. Zat annonaceous acetogenis mampu membunuh sel kanker 10.000 kali lebih cepat dari pada kemoterapi. Sejak tahun 1970 diadakan penelitian mengenai daun sirsak. Hasil cukup mengejutkan karena dengan daun sirsak ini dapat menyerang sel kanker tanpa menyebabkan efek samping seperti halnya dalam medis.
  3. Kulit Manggis
    Satu lagi yang mungkin sedang tren saat ini yang bisa menjadi pengobatan tradisional kanker serviks, kulit dari buah manggis. Ampuhnya kulit manggis ini terungkap setelah ditemukan kandungan garcinone E (devirat xanthone) yang jauh lebih efektif menghambat sel kanker dibanding obat kanker yang digunakan dalam kemoterapi. Jadi, Anda bisa menggunakan obat kanker serviks tradisional yang satu ini untuk menyembuhkan penyakit kanker serviks.

Nah, dengan penjelasan tentang cara pengobatan kanker serviks di atas, kira-kira mana yang Anda pilih? Medis atau alami? Well, pilihlah cara mengobati kanker serviks tersebut dengan bijaksana. Karena semua pengobatan bisa berjalan dengan baik jika Anda ikuti dengan keyakinan dan kemauan keras untuk sembuh.

Tetapi ada baiknya, lakukan pencegahan kanker serviks sedini mungkin sebelum terlambat. Pencegahan terhadap suatu penyakit tetap langkah yang terbaik dibandingkan dengan pengobatan. Jaga hidup Anda, selalu terapkan hidup sehat dan tetap semangat !!

(sumber gambar artikel cara mengobati kanker serviks secara alami : www.super-tnt.com)

Tentang Om Nip-Nip

Yang Ini Jangan Sampai Lewat

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Gejala Kanker Rahim : Pendarahan Abnormal Hingga Nyeri

Hanya satu dari seratus penderita kanker rahim yang dapat bertahan hidup. Mengapa? Karena seperti pada …

Cara Mengobati Kanker Serviks : Medis vs Alami


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara Mengobati Kanker Serviks : Medis vs Alami